Showing posts with label Ayah and Ibu. Show all posts
Showing posts with label Ayah and Ibu. Show all posts

16 January 2007

Asal Mula Guntur

Sumber : (Bobo No. 27/XXIX)
Dahulu kala peri dan manusia hidup berdampingan dengan rukun. Mekhala, si peri cantik dan pandai, berguru pada Shie, seorang pertapa sakti. Selain Mekhala, Guru Shie juga mempunyai murid laki-laki bernama Ramasaur. Murid laki-laki ini selalu iri pada Mekhala karena kalah pandai. Namun Guru Shie tetap menyayangi kedua muridnya. Dan tidak pernah membedakan mereka.
Suatu hari Guru Shie memanggil mereka dan berkata, "Besok, berikan padaku secawan penuh air embun. Siapa yang lebih cepat mendapatkannya, beruntunglah dia. Embun itu akan kuubah menjadi permata, yang bisa mengabulkan permintaan apapun."
Mekhala dan Ramasaur tertegun. Terbayang oleh Ramasaur ia akan meminta harta dan kemewahan. Sehingga ia bisa menjadi orang terkaya di negerinya. Namun Mekhala malah berpikir keras. Mendapatkan secawan air embun tentu tidak mudah, gumam Mekhala di dalam hati.
Esoknya pagi-pagi sekali kedua murid itu telah berada di hutan. Ramasaur dengan ceroboh mencabuti rumput dan tanaman kecil lainnya. Tetapi hasilnya sangat mengecewakan. Air embun selalu tumpah sebelum dituang ke cawan.
Sebaliknya, Mekhala dengan hati-hati menyerap embun dengan sehelai kain lunak. Perlahan diperasnya lalu dimasukan ke cawan. Hasilnya sangat menggembirakan. Tak lama kemudian cawannya telah penuh. Mekhala segera menemui Guru Shie dan memberikan hasil pekerjaannya.
Guru Shie menerimanya dengan gembira. Mekhala memang murid yang cerdik. Seperti janjinya, Guru Shie mengubah embun itu menjadi sebuah permata sebesar ibu jari. " Jika kau menginginkan sesuatu, angkatlah permata ini sejajar dengan keningmu. Lalu ucapkan keinginanmu," ujar Guru Shie.
Mekhala mengerjakan apa yang diajarkan gurunya, lalu menyebut keinginannya. Dalam sekejap Mekhala telah berada di langit biru. Melayang-layang seperti Rajawali. Indah sekali.
Sementara itu, baru pada senja hari Ramasaur berhasil mendapat secawan embun. Hasilnya pun tidak sejernih yang didapat Mekhala. Tergopoh-gopoh Ramasaur menyerahkannya pada Guru Shie.
"Meskipun kalah cepat dari Mekhala, kau akan tetap mendapat hadiah atas jerih payahmu," kata Guru Shie sambil menyerahkan sebuah kapak sakti.
Kapak itu terbuat dari perak. Digunakan untuk membela diri bila dalam bahaya. Bila kapak itu dilemparkan ke sasaran, gunung pun bisa hancur.
Ternyata Ramasaur menyalahgunakan hadiah itu. Ia iri melihat Mekhala yang bisa melayang-layang di angkasa. Ramasaur segera melemparkan kapak itu ke arah Mekhala. Tahu ada bahaya mengancam, Mekhala menangkis kapak itu dengan permatanya. Akibatnya terjadilah benturan dahsyat dan cahaya yang sangat menyilaukan. Benturan itu terus terjadi hingga saat ini, berupa gelegar yang memekakkan telinga. Orang-orang menyebutnya "guntur".

19 December 2006

Poem for My Fais

08 Agustus 2006 jam 22.08.....
di Rumah Sakit Al-Islam Bandung
terlahir bayi laki2 bernama : Farish Naufal Yuliantoro dilahirkan
dengan berat 3.15 kg dan panjang 50 cm

Betapa terharunya diriku saat itu...
walaupun perjuangan yang harus kulalui tidaklah mudah
namun setelah tangisnya kudengar
syukurku tak henti ku panjatkan
walau rasa sakit masih kurasa
namun bahagiaku menyongsong esok yang penuh warna
anakku,
moga kau dapat mulai
melangkahkan kedua kakimu
menghadapi kerasnya dunia

anakku,
kubekali kau dengan doa tulus
kubekali kau dengan semua ilmu yang kupunya
kubekali kau juga dengan cintaku

anakku,
kelak kau akan mempunyai hidup sendiri
kelak kau akan merasakan nikmatnya hidup
kelak kau akan membangun duniamu dengan dayamu

Iringan doa dan harapanku selalu untukmu
jalanilah hidup ini dengan kejujuran,
jalanilah hidup ini dengan hati yang tulus
janganlah lupakan Allah yang memberimu hidup.

Moga kau selalu menjadi manusia,
Yang selalu bersyukur pada penciptamu
karena rasa syukur itu membuatmu lebih bahagia,
Dan bahagiamu adalah juga bahagiaku